iPasar News

Terus Menguat, BI: Nilai Tukar Rupiah Masih Sesuai Fundamentalnya



WE Online, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menunjukkan taringnya. Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini nilai tukar tercatat Rp13.658, menguat dibandingkan sehari sebelumnya Rp 13.706. Sampai dengan pukul 16.25 WIB, rupiah kembali terapresiasi tinggi sebesar 0,26% ke level Rp13.630 per dolar AS, selisih tipis dengan level tertingginya sepanjang hari ini yang berada di angka Rp13.623 per dolar AS.
Jika dikalkulasikan, mata uang kebanggan bangsa Indonesia itu telah mengalami kenaikan 1,59% dalam sepekan atau setara dengan 2,54% dalam sebulan ke belakang. Eksistensi rupiah sebagai mata uang numero uno di dunia makin nyata ketika mampu menaklukkan tiga mata uang utama dunia lainnya, yakni dolar Australia (0,10%), poundsterling (0,09%), dan euro (0,18%).
Menanggapi itu, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengungkapkan penguatan yang terjadi pada rupiah sudah sesuai dengan fundamentalnya. "Bukan hanya rupiah sendirian yang menguat, tapi sekarang apakah sesuai dengan fundamentalnya atau tidak. Dengan nilai tukar Rp13.600-an masih sesuai dengan fundamental kita," kata Dody usai acara PTIJK 2020 di Jakarta, Kamis (16/1/2020).
Menurutnya, makin kuat fundamental akan membuat rupiah makin menguat. Apresiasi Rupiah membuat fundamental ekonomi Tanah Air makin baik. Dengan apresiasi ini, Dody menuturkan, tidak perlu melihat ada yang dirugikan seperti eksportir lantaran semua harusnya melihat ini secara wajar.
"Komoditas andalan kita tidak ada indeksnya dan hanya merefer pada harga komoditas global. Kalau melihat harga komoditas global, komoditas kita memang kecenderungannya masih turun karena world trade volumenya membuat harga turun. Tapi tidak ada proyeksi kita seperti apa," jelasnya.
Dody menyampaikan, saat ini BI memiliki kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. "Kita punya kebijakan stabilitas nilai tukar. Apapun bentuk penyebab shock dari luar, kita tetap selalu ada di pasar menjaga rupiah stabil," tutupnya.

Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Puri Mei Setyaningrum
Foto: Antara/Mohamad Hamzah
Sumber : wartaekonomi.co.id
Share on Google Plus

pt ipasar

    Blogger Comment
    Facebook Comment

Post Comment